KOPI SEBAGAI TEMAN KONSUMEN
Penikmat kopi awalnya
hanya dari kaum adam, tetapi saat ini kaum hawa juga mulai menikmatinya. Variasi racikan kopi telah beraneka ragam
yang awalnya hanya kopi giling sekarang berkembang ntaranya cappucino,
espresso, mocca, dan lainnya atau kombinasi diantaranya. Walaupun efek negatif dari kafein kopi telah
tersosialisasikan, tetapi para penikmat kopi tetap mengkonsumsinya. Bahkan berbagai penelitian menemukan manfaat
kopi bagi kesehatan, antaranya penangkal radikal bebas, pelega asma, pencegah
gigi berlubang, mengurangi sakit kepala, mengurangi resiko diabetes dan
sebagainya.
Bagi sebagian orang,
meminum secangkir kopi memang dapat memberikan kenikmatan tersendiri dan
menjadi teman yang menyenangkan di berbagai suasana. Rasa kopi akan semakin
nikmat bila disimpan dan diolah dengan cara khusus (http://harianjoglosemar.com/index.php). Sebagian kalangan, menyeruput
minuman kopi tak hanya sebatas pemuas rasa haus belaka. Di antaranya menganggap
minum kopi sebagai acara ritual, laiknya sebuah acara seremonial. Budaya minum
kopi itu sudah ada sejak jaman perang Jawa, ketika kali pertama mulai
diberlakukan tanam paksa oleh kompeni, pada jaman penjajahan kopi adalah jenis
minuman yang kerap dikonsumsi para kompeni dan priyayi. Saat itu, banyak warga
pribumi yang dipekerjakan di perkebunan kopi yang dikelola kompeni. Lantas,
mereka dipaksa menanam biji-biji kopi jenis Arabika dan Robusta. Bagi mereka,
minum kopi tak bisa asal minum seperti sekarang ini. Harus disesuaikan kelas
sosialnya. Para pribumi memilih jenis Arabika, sedang kaum priyayi dan bangsa
kompeni melirik kopi jenis Robusta (http://cyberman.cbn.net.id/cbprtl/common).
Untuk pecandu kopi,
secangkir kopi adalah sebuah awal dari segalanya. Bukan berlebihan atau
mengada-ada, karena delapan puluh persen orang dewasa di dunia minum kopi
sedikitnya sekali sehari.Dengan berbagai aneka jenis dan cita rasa, kopi adalah
minuman yang memiliki keistimewaan tersendiri bagi penikmatnya. Suatu hal yang
tidak mengherankan, karena memang jika rasa sudah menjadi selera,
bergelas-gelas kopi dapat dihabiskan oleh pecandu kopi. Yang luar biasa,
berdasarkan data dari jurnal kesehatan dunia, ternyata delapan puluh persen
orang dewasa di dunia minum kopi sedikitnya sekali sehari. Ini terlihat dari banyaknya
jumlah penikmat kopi di kedai kopi usai jam kerja. Serta menjamurnya
kedai-kedai kopi di berbagai antero dunia, juga menjadi salah satu bukti kalau
minuman ini memiliki banyak penikmatnya (http://www.appetitejourney.com).
Disukai oleh orang banyak,
kopi ditawarkan oleh berbagai perusahaan dengan berbagai pilihan yang
membedakan keasaman, kekentalan, rasa, dan aroma dari kopi tersebut. Tentunya
para pendengar familiar dengan yang namanya kopi luwak Indonesia, selain
harganya yang lumayan mahal, cara pembuatan kopi yang aneh bin ajaib ini
dianggap sangat eksotis oleh para orang asing dan membuat kopi luwak terkenal
diantara pecinta kopi internasional. Namun hinggga kini jenis kopi yang
dipercaya paling istimewa dan lekker adalah kopi Jamaica Blue Mountain.
Kopi arabica secara tradisional dinamakan dari asal kota pelabuhan pertama yang
mengekspornya. Dua jenis arabica yang paling tua berasal dari Mocha di Yemen
dan tentunya Java di Indonesia. Dalam beberapa tahun ini, terutama di kota-kota
besar, kita semakin familiar dengan berbagai range yang ditawarkan,
sebut saja kopi instan ala Nescafe dan Kapal Api yang dapat dengan mudah
didapatkan di supermarket, atau juga tipe yang lebih mahal yang disajikan di
cafe-cafe seperti Starbucks, Coffee Bean and Tea Leaves, O la la, dan sebagainya.
Nah saking populernya kopi, Alan Hirsch, direktur Smell & Taste Treatment
and Research Development, melakukan penelitian di antara 18,631 responden,
perempuan-laki-laki. Ia membuktikan bahwa tipe-tipe sajian kopi favorit
memiliki kaitan dengan kepribadian seseorang (http://www.ranesi.nl/tema/kamera/Minum_kopi_kepribadian).
KEPRIBADIAN (PERSONALITY)
KONSUMEN KOPI ( http://www.ranesi.nl/tema/kamera/Minum_kopi_kepribadian)
1. Kopi
tubruk dan espresso, kalau yang
ini back to basic. Konon yang
menyukai kopi tubruk dan espresso merupakan pribadi yang bertanggung jawab,
ambisius, dan agresif. Seseorang yang selalu independent, tipe ini kurang romantis
2. Bagi para penggemar café au lait, anda
sangat laid back, santai, dan
tradisional
4. Bila anda ingin mencari yang penuh pribadi penuh
energi optimisme, carilah peminum Frappucino dengan base kopi,
mereka biasanya energetik, berambisi besar, hanya saja mudah merasa bersalah
dalam komitmen karena antusiasme mereka
5. Kopi Instan. Ini merupakan kopi yang paling
banyak diminati atau dikonsumsi masyarkat modern. Mudah dan prakatis. Tinggal
beli di toko, kemudian diseduh diatas cangkir kecil, diaduk lalu siap diminum
deh. Penggemar kopi ini banyak dihujat, oleh para penggemar kopi mania
tentunya, sebagai penggemar kopi musiman atau sewaktu-waktu. Memang, penggemar
kopi ini hanya ingin menikmati kopi sesekali dan tidak intens. Dan ini
menunjukkan kepribadian mereka yang suka sesuatu dengan cepat dan segera, tanpa
perlu bersusah payah. Mereka bilang: Ngopi
saja kok repot? (http://www.wikimu.com/News).
6. Kopi Giling. Ada orang yang gemar minum kopi langsung
dari biji kopi segar yang langsung digiling. Bahkan terkadang mereka
mempunyai alat giling sendiri secara khusus. Artinya, mereka sangat mandiri,
mengerjakan sesuatunya sendiri dan menikmati semua kerja kerasnya itu (Anonime, 2008).
7. Esspresso. Kopi ini sangat kuat dan hitam karena dibuat
dari biji kopi dengan kadar air yang sedikit. Esspresso berasal dari mesin
penggiling dari Italy. Penggemar kopi jenis ini merupakan orang-orang yang
hebat, pekerja keras, suka tantangan. Beberapa penggemar ini juga ditemukan
lebih kreatif, tapi juga sangat penuntut (http://www.wikimu.com/News).
9. Kopi Tubruk. Kopi ini sangat terkenal di
Indonesia terutama orang di pedesaan. Kopi ini berasal dari kaki gunung
Kilimanjaro. Bubuk kopi diseduh bersama ampasnya. Lugu, sederhana, dan memikat
setelah meminumnya. Biasa diminum tanpa gula dan dengan ampas yang mengambang
diatasnya. Kekuatan utamanya pada aromanya. Sangat harum dan khas. Orang yang
gemar kopi jenis ini sangat menyukai segala sesuatu yang alamiah dan apa
adanya. Mereka tidak mentolerir kebohongan. Bagi mereka suatu kebenaran
akan mereka terima walaupun pahit! (http://www.wikimu.com/News).
10. Kopi Campuran.
Banyak sekali muncul
variasi kopi yang dicampur berbagai macam bahan lain untuk menunjukkan
perbedaan dengan kopi yang sudah ada. Ada yang dicampur dengan arang (kopi Joss), jagung (Kopi Jagung), atau dicampur karamel,
kayu manis, bahkan mocca. Semua tujuannya untuk memberi variasi rasa. Mereka,
para penggemar kopi jenis ini, tidak suka sesuatu yang biasa dan standar.
Mereka sangat inovatif dan supel. Jadi kalau berteman dengan mereka, kita tidak
pernah bosan dengan cerita dan gaya mereka. Up to date (http://www.wikimu.com/News8).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar