Cari Blog Ini

Selasa, 20 Desember 2011

KEPRIBADIAN



Perilaku konsumen dapat dikatakan bahwa bagaimana konsumen melibatkan individunya dalam memutuskan keinginan untuk memiliki, menggunakan, atau mengabaikan sesuatu berdasarkan apa yang dimilikinya.  Perilaku konsumen dapat dipengaruhi oleh faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, serta faktor psikologis. Didasarkan pada faktor-faktor ini, konsumen akan menentukan dan membuat keputusannya untuk memilih, membeli, mengabaikan suatu, sehingga produsen harus berusaha memproduksi barang dan jasa yang variatif. Menyinggung masalah faktor pribadi, faktor ini erat kaintannya dengan umur dan tahapan daur hiduppekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.
Memahami kepribadian konsumen adalah penting bagi pemasar. Karena kepribadian bias terkait dengan perilaku konsumen. Perbedaan dalam kepribadian konsumen akan mempengaruhi perilakunya dalam memilih atau membeli produk, karena konsumen akan membeli barang yang sesuai dengan kepribadiannya. Singkatnya pemahaman terhadap kepribadian sangat bermanfaat bagi pemasar karena kepribadian dapat dijadikan dasar dalam melakukan segmentasi pasar.
Kepribadian juga sangat bermanfaat bagi produsen dalam mengkomunikasikan produknya kepada konsumen.  Komunikasi produk harus dirancang sesuai dan relevan dengan karakteristik konsumen yang dituju.  Komunikasi pemasaran yang baik dianggap berhasil apabila konsumen menanggapinya dengan positif.  Apabila suatu produk dikomunikasikan kepada konsumen  dan konsumen berkomentar bahwa   “ barang ini cocok dengan saya “, dengan kata lain konsumen merasa bahwa barang tersebut sesuai dengan dirinya dan kebutuhan hidupnya.
Memahami kepribadian tidaklah lengkap jika tidak memahami konsep gaya hidup. Penggunaan aspek gaya hidup dapat dilihat melalui sikap, ketertarikan  dan pendapat konsumen. Jadi sikap tertentu yang dimiliki oleh konsumen  terhadap suatu obyek tertentu bisa mencerminkan gaya hidupnya. Gaya hidup adalah konsep yang lebih baru dan lebih mudah terukur dibandingkan kepribadian. Gaya hidup lebih menggambarkan bagaimana ia hidup, menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya.

KEPRIBADIAN (PERSONALITY)
Pengertian Kepribadian
Berikut dikemukakan beberapa arti kepribadian dari beberapa pendapat, yakni sebagai berikut :
a.   Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang berada dari setiap orang yang memandang responnya terhadap lingkungan yang relatif konsisten. Kepribadian dapat merupakan suatu variabel yang sangaat berguna dalam menganalisa perilaku konsumen. Bila jenis- jenis kepribadian dapat diklasifikasikan dan memiliki korelasi yang kuat antara jenis-jenis kepribadian tersebut dengan berbagai pilihan produk atau merek (Anonima, 2004).
b.   Kepribadian dapat didefinisikan sebagai cirri-ciri kejiwaan dalam diri yang menentukan dan mencerminkan bagaimana seseorang merespon terhadap lingkungannya (Schiffman and Kanuk, 2007:107).
c.   Goldon Allport dalam anoniml (2008) mendefinisikan kepribadian sebagai organisasi dinamis sistem psikofisik dalam diri individu yang menentukan penyesuaiannya yang unik terhadap lingkungan.
d.   Kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan dengan diri kita.
Dari beberapa defenisi kepribadian yang dikemukakan dapat disimpulkan bahwa kepribadian dengan adanya perbedaan karakteristik yang paling dalam pada diri (inner psychological characteristic) manusia, perbedaan karakteristik tersebut menggambarkan cirri unik dari masing-masing individu. Perbedaan karakteristik akan mempengaruhi respons individu terhadap lingkungannya (stimulus) secara konsisten. Perbedaan karakteristik akan mempengaruhi perilaku individu tersebut. Individu dengan karakteristik yang sama cenderung akan bereaksi yang relative sama terhadap situasi lingkungan yang sama (Sumarwan, 2004:47).
Karakteristik Kepribadian (Schiffman and Kanuk, 2007:107)
            Dari beberapa defenisi mengenai kepribadian yang telah dikemukakan dapat pula disimpulkan beberapa karakteristik dari kepribadian seperti dikemukakan di bawah ini.
Kepribadian Menggambarkan Perbedaan Individu
Karena karakteristik dalam diri yang membentuk kepribadian individu merupakan kombinasi unik berbagai factor, tidak ada dua individu yang betul-betul sama. Walaupun demikian banyak individu yang mungkin mirip dari sudut satu karakteristik pribadi, tapi tidak dari sudut karakteristik lain. Kepribadian merupakan konsep yang berguna karena memungkinkan kita untuk menggolongkan konsumen kedalam berbagai kelompok yang berbeda atas dasar satu atau beberapa sifat.
Kepribadian Bersifat Konsisten dan Bertahan Lama
Kepribadian individu cenderung konsisten dan tahan lama. Kedua sifat ini sangat penting jika pemasar harus menjelaskan atau meramalkan perilaku konsumen berdasarkan kepribadian. Walaupun para pemasar tidak dapat mengubah kepribadian konsumen supaya sesuai dengan produk mereka, jika mereka mengetahui karakteristik kepribadian mana yang mempengaruhi respon khusus konsumen, mereka dapat berusaha menarik perhatian melalui sifat-sifat relevan yang melekat pada kelompok konsumen yang menjadi target mereka. Walaupun kepribadian konsumen mungkin konsisten, perilaku konsumsi mereka sering sangat bervariasi karena berbagai factor psikologis, sosiobudaya, lingkungan, dan situasional yang mempengaruhi perilaku.
Kepribadian Dapat Berubah
Kepribadian dapat mengalami perubahan pada berbagai keadaan tertentu. Sebagai contoh kepribadian individu tertentu mungkin berubah karena adanya berbagai peristiwa hidup yang utama, seperti kelahiran anak, kematian seorang yang dicintai, perceraian atau promosi karier yang besar. Kepribadian seseorang berubah tidak hanya sebagai respon terhadap berbagai peristiwa yang terjadi tiba-tiba, tetapi jiga sebagai bagian dari proses menuju kedewasaan secara  berangsur-angsur.

Teori Kepribadian (Sumarwan, 2004:47)
            Ada tiga teori kepribadian yang utama yaitu (1) teori kepribadian Freud, (2) teori kepribadian Neo-Freud, (3) ciri (trat theory).
Teori Kepribadian Freud
Menurut Freud, kepribadian manusia terdiri atas tiga unsur yang saling berinteraksi, yaitu Id, Superego, dan Ego.
·       Id adalah aspek biologis dalam diri manusia yang ada sejak lahir, yang mendorong munculnya kebutuhan fisiologis. Freud berpendapat bahwa unsure Id akan mendorong manusia melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhan psikologisnya, tanpa memperhatikan konsekuensi dari perilakunya.
·   Superego adalah aspek psikologis pasa diri manusia yang menggambarkan sifat manusia untuk tunduk dan patuh pada norma-norma social, etika dan nilai-nilai masyarakat. Superego menyebabkan manusia memperhatikan apa yang baik dan apa yang buruk bagi suatu masyarakat dan perilakunya disesuaikan dengan apa yang baik menurut lingkungan sosialnya.
·    Ego merupakan unsure yang bias dikontrol oleh manusia. Ego berfungsi menjadi penengah antara Id dan Superego. Ego berusaha menyeimbangkan apa yang ingin dipenuhi oleh Id dan apa yang dituntut oleh Superego agar sesuai dengan norma social.

Teori Neo-Freud (Teori Sosial Psikologis)
            Teori ini merupakan kombinasi dari social dan psikologi. Teori ini menekankan bahwa manusia berusaha untuk memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat dan masyarakat membantu individu dalam memenuhi kebutuhan  dan tujuannya.
Trait Theori (Teori Sifat)
            Theory sifat (trait teory) bersifat kuantitatif atau empiris, teori ini memfokuskan pada pengukuran kepribadian menurut karakteristik psikologis yang khusus, yang disebut sifat.
 Sifat Kepemilikan Kepribadian Perilaku Konsumen
Dilihat dari sifat kepemilikan, kepribadian perilaku konsumen, tergolong menjadi tiga perilaku, yaitu
a.   Materialisme konsumen yang dicirikan masih dalam batas normal perilaku, kepribadian bagi mereka yang menganggap kepemilikan barag penting bagi identitas dan kehidupan mereka, Menghargai barang yang dapat diperoleh dan dipamerkan, egosentris dan egois, mencari gaya hidup dengan banyak barang, kebanyakan milik mereka tidak memberikan kebahagiaan yang lebih besar.
b.   Perilaku konsumen mendalam yang dicirikan masih dalam batas normal perilaku, keterikatan dan minat mendalam dalam mengkonsumsi atau memiliki suatu barang tertentu, tidak merahasiakan barang yang mereka miliki sebaliknya gemar memamerkan terutama kepada orang dengan minat yang sama terhadap barang itu, bersedia bepergian jauh untuk mendapatkan barang yang mereka sukai, dedikasi mengorbankan waktu dan uang untuk barang/produk yang digemari tersebut, menggambarkan para kolektor tertentu.
c.   Perilaku konsumen kompulsif  yang dicirikan perilaku abnormal dan contoh sisi gelap konsumen, kecanduan seseorang terhadap suatu produk yang kebanyakan tidak ada manfaatnya bahkan merugikan, tidak dapat mengendalikan diri dan berpikir rasional untuk mendapatkan barang dan jasa yang diinginkan, dapat merusak diri sendiri dan orang sekitarnya, untuk mengendalikan atu menghilangkan kompulsif biasanya diperukan sejumlah terapi klinis, pecandu obat, judi dan berbagai penyimpangan makanan dan minuman.
Tipe-Tipe Kepribadian (Schiffman and Kanuk, 2007:107)
Setiap kepribadian memiliki kekuatan dan kelemahan. Semua jenis kepribadian diperlukan adanya dalam se-tiap sistem sosial / organisasi. kepribadian sebagai totalitas sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang tidak bisa disebut baik atau jelek, komponen-komponennya yang bisa jelek/lemah atai baik/kuat.
Sanguinis yang popular. Tipe pertama adalah sanguin, tipe yang mempunyai energi yang besar, suka bersenang-senang, dan supel. Mereka suka mencari perhatian, sorotan, kasih sayang, dukungan, dan penerimaan orang-orang di sekelilingnya. Orang bertipe sanguin suka memulai percakapan dan menjadi sahabat bagi semua orang. Orang tipe ini biasanya optimis dan selalu menyenangkan. Namun, ia tidak teratur, emosional, dan sangat sensitif terhadap apa yang dikatakan orang terhadap dirinya. Dalam pergaulan, orang sanguin sering dikenal sebagai tukang bicara (Anonimg, 2007). Seorang Sanguinis itu bersifat spontan, lincah, periang, optimistik, ekstrovert, tetapi suka pamer dan suka memerintah (Anonimk, 2008).
Koleris yang kuat. Tipe kedua adalah koleris, yang suka berorientasi pada sasaran. Aktivitasnya dicurahkan untuk berprestasi, memimpin, dan mengorganisasikan. Orang bertipe koleris menuntut loyalitas dan penghargaan dari sesama, berusaha mengendalikan dan mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mau menerima tugas-tugas sulit. Tapi mereka juga suka merasa benar sendiri, suka kecanduan jika melakukan sesuatu, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Orang koleris seperti ini sering diidentifikasi sebagai pelaksana`(Anonimg, 2007). Seorang Koleris bersifat suka berpetualang, persuasif dan percaya diri, tetapi keras kepala dan kurang simpatik (Anonimk , 2008).
Melankolis yang sempurna. Tipe ketiga adalah melankolis yang cenderung diam dan pemikir. Ia berusaha mengejar kesempurnaan dari apa yang menurutnya penting. Orang dalam tipe ini butuh ruang dan ketenangan supaya mereka bisa berpikir dan melakukan sesuatu. Orang bertipe melankolis berorientasi pada tugas, sangat berhati-hati, perfeksionis, dan suka keteraturan. Karenanya, orang melanklolis sering kecewa dan depresi jika apa yang diharapkannya tidak sempurna. Orang melankolis sering diidentifikasi sebagai perfeksionis dan pemikir (Anonimg, 2007).  Seorang Melankolis bersifat penuh pemikiran, setia, tekun, analitis, tetapi pesimistik dan introvert (Anonimk , 2008).
Phlegmatis yang damai. Tipe keempat adalah phlegmatis, yang seimbang, stabil, merasa diri sudah cukup, dan tidak merasa perlu merubah dunia. Ia juga tak suka mempersoalkan hal-hal sepele, tidak suka risiko atau tantangan, dan butuh waktu untuk menghadapi perubahan. Orang bertipe ini kurang disiplin dan motivasi sehingga suka menunda-nunda sesuatu. Kadang, ia dipandang orang lain sebagai lamban. Bukannya karena ia kurang cerdas, tapi justru karena ia lebih cerdas dari yang lain. Orang phlegmatis tak suka keramaian ataupun banyak bicara. Namun, ia banyak akal dan bisa mengucapkan kata yang tepat di saat yang tepat, sehingga cocok menjadi negosiator. Orang phlegmatis kadang diidentifikasi sebagai pengamat dan manis (Anonimg, 2007). Seorang Phlegmatis bersifat ramah, sabar, puas, dan diplomatis, tetapi kurang bersemangat dan pemurung  (Anonimk , 2008).

Setiap orang mempunyai kombinasi dari dua kepribadian. Umumnya salah satunya lebih dominan, kadang juga keduanya seimbang. Sanguin dan koleris bisa berkombinasi secara alami karena keduanya ekstrovert, optimis dan terus terang. Kombinasi ini menghasilkan individu yang sangat energik. Mereka punya daya tarik serta banyak bicara sambil menyelesaikan pekerjaan mereka, entah melakukannya sendiri atau menyuruh orang lain untuk mengerjakannya (Anonimg, 2007)..
Phlegmatis dan melankolis bisa berkombinasi karena keduanya introvert, pesimis, dan lembut. Mereka melakukan segala sesuatu dengan sempurna dan tepat waktu, tidak mau mengambil sikap konfrontatif. Namun anak tipe ini akan mudah terkuras energinya jika berurusan dengan orang lain. (Anonimg, 2007).
Kombinasi koleris-melankolis dan sanguin-phlegmatis menggabungkan optimis dan pesimis, yang suka hura-hura dengan yang tidak suka hura-hura, dan yang supel dengan yang suka menarik diri. Akibatnya anak cenderung tidak seimbang dan berubah-ubah kepribadiannya tergantung keadaan. Kombinasi koleris-melankolis menghasilkan individu yang sangat berorientasi pada tugas. Kombinasi ini akan menjadi peraih prestasi tertinggi, melakukan segala sesuatu dengan cepat dan sesempurna mungkin. Namun mereka bisa menjadi nge-boss dan manipulatif sekaligus mudah stres jika orang lain tak bisa melakukan segalanya dengan benar dan tepat waktu (Anonimg, 2007)..
Kepribadian sanguin dan phlegmatis juga bisa berkombinasi, menghasilkan orang yang berorientasi pada hubungan. Kombinasi ini menjadikannya teman bagi semua orang. Ia dikagumi karena sifat humornya, selalu rileks, dan menerima orang lain apa adanya. Namun ia cenderung tidak disiplin, tidak suka melakukan apapun, mudah lupa tanggung jawabnya, dan selalu dapat merayu orang lain untuk mengerjakannya bagi mereka (Anonimg, 2007)..
Kepribadian memang bisa dirubah sedikit demi sedikit setelah tumbuh dewasa. Misalnya, jika ia merasa terlalu emosional, ia bisa merubahnya sedikit demi sedikit sehingga bisa lebih sabar. Namun kepribadian seseorang telah ada sejak ia lahir, dan akan mempengaruhi cara berpikir dan bertindak dalam kehidupannya. Maka ada baiknya jika kita bisa memahami kepribadian diri kita sendiri, juga kepribadian orang-orang di sekitar kita. Karena tiap tipe kepribadian ini mempunyai kelebihan dan kekurangan, dan masing-masing tipe ini akan berinteraksi dengan baik jika dapat saling melengkapi (Anonimg, 2007)

DAFTAR PUSTAKA

Anonima, 2004.     Pentingnya Perilaku Konsumen dalam Menciptakan Iklan yang Efektifhttp://www.petra.ac.id/~puslit/journals/pdf.php.  Download : 04 – 09 – 2008 (11.39 WITA).
Anonimb, 2006. Membidik Gaya Hiduphttp://www.jakartaconsulting.com. Download : 15 – 09 – 2008 (13.09 WITA).
 Anonimc, 2006. Gaya Hiduphttp://www.jakartaconsulting.com.   Download : 15 – 09 – 2008 (13.15 WITA). 
Anonimd,  2006.  Kopi, Minuman Warisan Kompeni. http://cyberman.cbn.net.id/cbprtl/common. Download : 15 – 09 – 2008 (12.37 WITA). 
Anonime, 2006.   Minum Kopi dan Kepribadian.  http://www.ranesi.nl/tema/kamera/Minum_kopi_kepribadian.              Download : 15 – 09 – 2008 (12.24 WITA). 
Anonimf,  2006.  Kedai Kopi : Sebuah Fenomena dalam Pembangunan Partispasif di Aceh.  http://www.acehinstitute.org.                              Download : 15 – 09 – 2008 (12.41 WITA). 
Anonimg,  2007.  Mengenal Empat Tipe kepribadian. http://www.fkmi.org/new.  Download : 15 – 09 – 2008 (12.41 WITA). 
Anonimh, 2007. Gaya Hidup.   http://hendribun.blogspot.com/2007/01. Download : 15 – 09 – 2008 (11.48 WITA). 
Anonimi,  2007.   Jadi, Kopi Apa yang Anda Minum hari Ini?. http://casalova.multiply.com/journal/item/16.  Download : 15 – 09 – 2008 (13.00 WITA). 
Anonimj, 2007.  Fakta Unik Kopi.  http://www.wikimu.com/News.          Download : 15 – 09 – 2008 (12.33 WITA). 
Anonimk,  2008.  Jenis-Jenis Kepribadian. http://eng.unri.ac.id/download/manajemen_pt. Download : 05 – 09 – 2008 (09.39 WITA).
 Anoniml, 2008.  Kepribadian Dapat Berubah. http://akupunyasitus.blogspot.col.  Download : 15 – 09 – 2008               (12.42 WITA). 
Anonimm,  2008.  Menikmati Secangkir Kopi Panas.  Menjadi Bagian dari Gaya Hidup.  http://harianjoglosemar.com/index.php.            Download : 15 – 09 – 2008 (12.41 WITA). 
Anonimn,  2008.  Manfaat Minum Kopi. http://www.rileks.com/lifestyle.  Download : 15 – 09 – 2008 (13.01 WITA). 
Anonimn, 2008. Ketika Kopi Menjadi Bagian dari Hidup. http://www.appetitejourney.com.  Download : 15 – 09 – 2008                 (12.24 WITA). 
Anonimp,.2008.  Kopi Cegah Tremor Mata. http://www.warmasif.co.id/kesehatanonline/mod.php.  Download : 15 – 09 – 2008 (12.27 WITA). 
 Schiffman, Leon G., and Kanuk, Leslie Lazar., 2007.  Consumer Behavior Seventh Edition.  Penerjemah : Zoelkifli Kasip dalam Perilaku konsumen.  Indeks, Jakarta.
Sumarwan, Ujang., 2004.  Perilaku Konsumen.  Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran.  Ghaia Indonesia dengan MMA-IPB, Bogor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar