Kepribadian
juga sangat bermanfaat bagi produsen dalam mengkomunikasikan produknya kepada
konsumen. Komunikasi produk harus dirancang
sesuai dan relevan dengan karakteristik konsumen yang dituju. Komunikasi pemasaran yang baik dianggap
berhasil apabila konsumen menanggapinya dengan positif. Apabila suatu produk dikomunikasikan kepada
konsumen dan konsumen berkomentar
bahwa “ barang ini cocok dengan saya “,
dengan kata lain konsumen merasa bahwa barang tersebut sesuai dengan dirinya
dan kebutuhan hidupnya.
Memahami
kepribadian tidaklah lengkap jika tidak memahami konsep gaya hidup. Penggunaan
aspek gaya hidup dapat dilihat melalui sikap, ketertarikan dan pendapat konsumen. Jadi sikap tertentu
yang dimiliki oleh konsumen terhadap
suatu obyek tertentu bisa mencerminkan gaya hidupnya. Gaya hidup adalah konsep
yang lebih baru dan lebih mudah terukur dibandingkan kepribadian. Gaya hidup lebih
menggambarkan bagaimana ia hidup, menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu
yang dimilikinya.
KEPRIBADIAN (PERSONALITY)
Pengertian Kepribadian
Berikut
dikemukakan beberapa arti kepribadian dari beberapa pendapat, yakni sebagai
berikut :
b. Kepribadian
dapat didefinisikan sebagai cirri-ciri kejiwaan dalam diri yang menentukan dan
mencerminkan bagaimana seseorang merespon terhadap lingkungannya (Schiffman and
Kanuk, 2007:107).
c. Goldon Allport dalam
anoniml (2008) mendefinisikan kepribadian sebagai organisasi dinamis sistem psikofisik dalam diri individu yang
menentukan penyesuaiannya yang unik terhadap lingkungan.
d. Kepribadian
adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan
dengan diri kita.
Dari
beberapa defenisi kepribadian yang dikemukakan dapat disimpulkan bahwa
kepribadian dengan adanya perbedaan karakteristik yang paling dalam pada diri (inner psychological characteristic)
manusia, perbedaan karakteristik tersebut menggambarkan cirri unik dari
masing-masing individu. Perbedaan karakteristik akan mempengaruhi respons
individu terhadap lingkungannya (stimulus) secara konsisten. Perbedaan
karakteristik akan mempengaruhi perilaku individu tersebut. Individu dengan
karakteristik yang sama cenderung akan bereaksi yang relative sama terhadap
situasi lingkungan yang sama (Sumarwan, 2004:47).
Karakteristik Kepribadian (Schiffman and Kanuk,
2007:107)
Dari beberapa defenisi mengenai
kepribadian yang telah dikemukakan dapat pula disimpulkan beberapa
karakteristik dari kepribadian seperti dikemukakan di bawah ini.
Kepribadian Menggambarkan Perbedaan Individu
Karena
karakteristik dalam diri yang membentuk kepribadian individu merupakan
kombinasi unik berbagai factor, tidak ada dua individu yang betul-betul sama.
Walaupun demikian banyak individu yang mungkin mirip dari sudut satu
karakteristik pribadi, tapi tidak dari sudut karakteristik lain. Kepribadian
merupakan konsep yang berguna karena memungkinkan kita untuk menggolongkan
konsumen kedalam berbagai kelompok yang berbeda atas dasar satu atau beberapa
sifat.
Kepribadian Bersifat Konsisten dan Bertahan Lama
Kepribadian
individu cenderung konsisten dan tahan lama. Kedua sifat ini sangat penting
jika pemasar harus menjelaskan atau meramalkan perilaku konsumen berdasarkan
kepribadian. Walaupun para pemasar tidak dapat mengubah kepribadian konsumen
supaya sesuai dengan produk mereka, jika mereka mengetahui karakteristik
kepribadian mana yang mempengaruhi respon khusus konsumen, mereka dapat
berusaha menarik perhatian melalui sifat-sifat relevan yang melekat pada
kelompok konsumen yang menjadi target mereka. Walaupun kepribadian konsumen
mungkin konsisten, perilaku konsumsi mereka sering sangat bervariasi karena
berbagai factor psikologis, sosiobudaya, lingkungan, dan situasional yang
mempengaruhi perilaku.
Kepribadian Dapat Berubah
Kepribadian
dapat mengalami perubahan pada berbagai keadaan tertentu. Sebagai contoh
kepribadian individu tertentu mungkin berubah karena adanya berbagai peristiwa
hidup yang utama, seperti kelahiran anak, kematian seorang yang dicintai,
perceraian atau promosi karier yang besar. Kepribadian seseorang berubah tidak
hanya sebagai respon terhadap berbagai peristiwa yang terjadi tiba-tiba, tetapi
jiga sebagai bagian dari proses menuju kedewasaan secara berangsur-angsur.
Teori Kepribadian (Sumarwan,
2004:47)
Ada tiga teori kepribadian yang
utama yaitu (1) teori kepribadian Freud, (2) teori kepribadian Neo-Freud, (3)
ciri (trat theory).
Teori Kepribadian Freud
Menurut Freud,
kepribadian manusia terdiri atas tiga unsur yang saling berinteraksi, yaitu Id,
Superego, dan Ego.
· Id adalah aspek biologis dalam diri manusia yang ada
sejak lahir, yang mendorong munculnya kebutuhan fisiologis. Freud berpendapat
bahwa unsure Id akan mendorong manusia melakukan apa saja untuk memenuhi
kebutuhan psikologisnya, tanpa memperhatikan konsekuensi dari perilakunya.
· Superego adalah aspek psikologis pasa diri manusia yang
menggambarkan sifat manusia untuk tunduk dan patuh pada norma-norma social,
etika dan nilai-nilai masyarakat. Superego menyebabkan manusia memperhatikan
apa yang baik dan apa yang buruk bagi suatu masyarakat dan perilakunya
disesuaikan dengan apa yang baik menurut lingkungan sosialnya.
· Ego merupakan unsure yang bias dikontrol oleh manusia.
Ego berfungsi menjadi penengah antara Id dan Superego. Ego berusaha
menyeimbangkan apa yang ingin dipenuhi oleh Id dan apa yang dituntut oleh
Superego agar sesuai dengan norma social.
Teori Neo-Freud (Teori Sosial Psikologis)
Teori ini merupakan kombinasi dari
social dan psikologi. Teori ini menekankan bahwa manusia berusaha untuk
memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat dan masyarakat membantu individu dalam
memenuhi kebutuhan dan tujuannya.
Trait Theori (Teori Sifat)
Theory sifat (trait teory) bersifat
kuantitatif atau empiris, teori ini memfokuskan pada pengukuran kepribadian
menurut karakteristik psikologis yang khusus, yang disebut sifat.
Dilihat
dari sifat kepemilikan, kepribadian perilaku konsumen, tergolong menjadi tiga
perilaku, yaitu
a. Materialisme konsumen yang dicirikan
masih dalam batas normal perilaku, kepribadian bagi mereka yang menganggap
kepemilikan barag penting bagi identitas dan kehidupan mereka, Menghargai
barang yang dapat diperoleh dan dipamerkan, egosentris dan egois, mencari gaya
hidup dengan banyak barang, kebanyakan milik mereka tidak memberikan kebahagiaan
yang lebih besar.
b. Perilaku konsumen mendalam yang
dicirikan masih dalam batas normal perilaku, keterikatan dan minat mendalam
dalam mengkonsumsi atau memiliki suatu barang tertentu, tidak merahasiakan
barang yang mereka miliki sebaliknya gemar memamerkan terutama kepada orang
dengan minat yang sama terhadap barang itu, bersedia bepergian jauh untuk
mendapatkan barang yang mereka sukai, dedikasi mengorbankan waktu dan uang
untuk barang/produk yang digemari tersebut, menggambarkan para kolektor
tertentu.
c. Perilaku konsumen kompulsif yang dicirikan perilaku abnormal dan
contoh sisi gelap konsumen, kecanduan seseorang terhadap suatu produk yang
kebanyakan tidak ada manfaatnya bahkan merugikan, tidak dapat mengendalikan
diri dan berpikir rasional untuk mendapatkan barang dan jasa yang diinginkan,
dapat merusak diri sendiri dan orang sekitarnya, untuk mengendalikan atu
menghilangkan kompulsif biasanya diperukan sejumlah terapi klinis, pecandu
obat, judi dan berbagai penyimpangan makanan dan minuman.
Tipe-Tipe Kepribadian (Schiffman
and Kanuk, 2007:107)
Setiap kepribadian
memiliki kekuatan dan kelemahan. Semua
jenis kepribadian diperlukan
adanya dalam se-tiap sistem sosial / organisasi. kepribadian sebagai totalitas sifat-sifat yang dimiliki oleh
seseorang tidak bisa disebut baik atau jelek, komponen-komponennya yang bisa
jelek/lemah atai baik/kuat.
Sanguinis yang
popular. Tipe pertama adalah sanguin, tipe yang mempunyai energi
yang besar, suka bersenang-senang, dan supel. Mereka suka mencari perhatian,
sorotan, kasih sayang, dukungan, dan penerimaan orang-orang di sekelilingnya.
Orang bertipe sanguin suka memulai percakapan dan menjadi sahabat bagi semua
orang. Orang tipe ini biasanya optimis dan selalu menyenangkan. Namun, ia tidak
teratur, emosional, dan sangat sensitif terhadap apa yang dikatakan orang
terhadap dirinya. Dalam pergaulan, orang sanguin sering dikenal sebagai tukang
bicara (Anonimg, 2007). Seorang
Sanguinis itu bersifat
spontan, lincah, periang, optimistik, ekstrovert, tetapi suka pamer dan suka
memerintah (Anonimk, 2008).
Koleris yang kuat. Tipe kedua
adalah koleris, yang suka berorientasi pada sasaran. Aktivitasnya dicurahkan
untuk berprestasi, memimpin, dan mengorganisasikan. Orang bertipe koleris
menuntut loyalitas dan penghargaan dari sesama, berusaha mengendalikan dan
mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mau menerima
tugas-tugas sulit. Tapi mereka juga suka merasa benar sendiri, suka kecanduan
jika melakukan sesuatu, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang
lain. Orang koleris seperti ini sering diidentifikasi sebagai pelaksana`(Anonimg, 2007). Seorang Koleris bersifat suka berpetualang,
persuasif dan percaya diri, tetapi keras kepala dan kurang simpatik (Anonimk
, 2008).
Melankolis yang sempurna. Tipe ketiga adalah melankolis yang cenderung diam dan pemikir. Ia berusaha
mengejar kesempurnaan dari apa yang menurutnya penting. Orang dalam tipe ini
butuh ruang dan ketenangan supaya mereka bisa berpikir dan melakukan sesuatu.
Orang bertipe melankolis berorientasi pada tugas, sangat berhati-hati,
perfeksionis, dan suka keteraturan. Karenanya, orang melanklolis sering kecewa
dan depresi jika apa yang diharapkannya tidak sempurna. Orang melankolis sering
diidentifikasi sebagai perfeksionis dan pemikir (Anonimg, 2007). Seorang
Melankolis bersifat penuh
pemikiran, setia, tekun, analitis, tetapi pesimistik dan introvert (Anonimk
, 2008).
Phlegmatis
yang damai. Tipe keempat adalah phlegmatis, yang seimbang, stabil, merasa diri
sudah cukup, dan tidak merasa perlu merubah dunia. Ia juga tak suka
mempersoalkan hal-hal sepele, tidak suka risiko atau tantangan, dan butuh waktu
untuk menghadapi perubahan. Orang bertipe ini kurang disiplin dan motivasi
sehingga suka menunda-nunda sesuatu. Kadang, ia dipandang orang lain sebagai
lamban. Bukannya karena ia kurang cerdas, tapi justru karena ia lebih cerdas
dari yang lain. Orang phlegmatis tak suka keramaian ataupun banyak bicara.
Namun, ia banyak akal dan bisa mengucapkan kata yang tepat di saat yang tepat,
sehingga cocok menjadi negosiator. Orang phlegmatis kadang diidentifikasi
sebagai pengamat dan manis (Anonimg, 2007). Seorang Phlegmatis bersifat ramah, sabar, puas, dan diplomatis, tetapi
kurang bersemangat dan pemurung (Anonimk
, 2008).
Setiap orang mempunyai kombinasi dari dua kepribadian. Umumnya salah
satunya lebih dominan, kadang juga keduanya seimbang. Sanguin dan koleris bisa
berkombinasi secara alami karena keduanya ekstrovert, optimis dan terus terang.
Kombinasi ini menghasilkan individu yang sangat energik. Mereka punya daya
tarik serta banyak bicara sambil menyelesaikan pekerjaan mereka, entah
melakukannya sendiri atau menyuruh orang lain untuk mengerjakannya (Anonimg, 2007)..
Phlegmatis
dan melankolis bisa berkombinasi karena keduanya introvert, pesimis,
dan lembut. Mereka melakukan segala sesuatu dengan sempurna dan tepat waktu,
tidak mau mengambil sikap konfrontatif. Namun anak tipe ini akan mudah terkuras
energinya jika berurusan dengan orang lain. (Anonimg, 2007).
Kombinasi koleris-melankolis dan sanguin-phlegmatis menggabungkan
optimis dan pesimis, yang suka hura-hura dengan yang tidak suka hura-hura, dan
yang supel dengan yang suka menarik diri. Akibatnya anak cenderung tidak
seimbang dan berubah-ubah kepribadiannya tergantung keadaan. Kombinasi
koleris-melankolis menghasilkan individu yang sangat berorientasi pada tugas.
Kombinasi ini akan menjadi peraih prestasi tertinggi, melakukan segala sesuatu
dengan cepat dan sesempurna mungkin. Namun mereka bisa menjadi nge-boss dan
manipulatif sekaligus mudah stres jika orang lain tak bisa melakukan segalanya
dengan benar dan tepat waktu (Anonimg,
2007)..
Kepribadian sanguin dan phlegmatis juga bisa berkombinasi, menghasilkan
orang yang berorientasi pada hubungan. Kombinasi ini menjadikannya teman bagi
semua orang. Ia dikagumi karena sifat humornya, selalu rileks, dan menerima
orang lain apa adanya. Namun ia cenderung tidak disiplin, tidak suka melakukan
apapun, mudah lupa tanggung jawabnya, dan selalu dapat merayu orang lain untuk mengerjakannya
bagi mereka (Anonimg, 2007)..
Kepribadian memang bisa dirubah sedikit demi sedikit setelah tumbuh dewasa.
Misalnya, jika ia merasa terlalu emosional, ia bisa merubahnya sedikit demi
sedikit sehingga bisa lebih sabar. Namun kepribadian seseorang telah ada sejak
ia lahir, dan akan mempengaruhi cara berpikir dan bertindak dalam kehidupannya.
Maka ada baiknya jika kita bisa memahami kepribadian diri kita sendiri, juga
kepribadian orang-orang di sekitar kita. Karena tiap tipe kepribadian ini mempunyai
kelebihan dan kekurangan, dan masing-masing tipe ini akan berinteraksi dengan
baik jika dapat saling melengkapi (Anonimg,
2007)
Schiffman , Leon G., and Kanuk, Leslie Lazar.,
2007. Consumer Behavior Seventh
Edition. Penerjemah : Zoelkifli
Kasip dalam Perilaku konsumen. Indeks, Jakarta .
DAFTAR
PUSTAKA
Anonima,
2004. Pentingnya Perilaku Konsumen
dalam Menciptakan Iklan yang Efektif.
http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/pdf.php. Download : 04 – 09 – 2008 (11.39 WITA).
Anonimb,
2006. Membidik Gaya Hidup. http://www.jakartaconsulting.com.
Download : 15 – 09 – 2008 (13.09 WITA).
Anonimc, 2006. Gaya Hidup. http://www.jakartaconsulting.com. Download : 15 – 09 – 2008 (13.15 WITA).
Anonimd,
2006.
Kopi, Minuman Warisan Kompeni. http://cyberman.cbn.net.id/cbprtl/common.
Download : 15 – 09 – 2008 (12.37 WITA).
Anonime,
2006. Minum Kopi dan Kepribadian. http://www.ranesi.nl/tema/kamera/Minum_kopi_kepribadian. Download : 15 – 09 – 2008 (12.24
WITA).
Anonimf, 2006. Kedai
Kopi : Sebuah Fenomena dalam Pembangunan Partispasif di Aceh. http://www.acehinstitute.org. Download : 15 –
09 – 2008 (12.41 WITA).
Anonimg,
2007.
Mengenal Empat Tipe kepribadian. http://www.fkmi.org/new. Download : 15 – 09 – 2008 (12.41 WITA).
Anonimh,
2007. Gaya
Hidup. http://hendribun.blogspot.com/2007/01.
Download : 15 – 09 – 2008 (11.48 WITA).
Anonimi,
2007.
Jadi, Kopi Apa yang Anda Minum
hari Ini?. http://casalova.multiply.com/journal/item/16. Download : 15 – 09 – 2008 (13.00 WITA).
Anonimj,
2007. Fakta Unik Kopi. http://www.wikimu.com/News. Download : 15 – 09 – 2008 (12.33
WITA).
Anonimk,
2008. Jenis-Jenis Kepribadian. http://eng.unri.ac.id/download/manajemen_pt.
Download : 05 – 09 – 2008 (09.39 WITA).
Anoniml, 2008. Kepribadian Dapat Berubah. http://akupunyasitus.blogspot.col.
Download : 15 – 09 – 2008 (12.42 WITA).
Anonimm,
2008.
Menikmati Secangkir Kopi Panas.
Menjadi Bagian dari Gaya Hidup. http://harianjoglosemar.com/index.php. Download : 15 – 09 – 2008 (12.41
WITA).
Anonimn, 2008. Manfaat
Minum Kopi. http://www.rileks.com/lifestyle. Download : 15 – 09 – 2008 (13.01 WITA).
Anonimn,
2008. Ketika Kopi Menjadi Bagian dari Hidup. http://www.appetitejourney.com. Download : 15 – 09 – 2008 (12.24 WITA).
Anonimp,.2008. Kopi Cegah Tremor Mata. http://www.warmasif.co.id/kesehatanonline/mod.php. Download : 15 – 09 – 2008 (12.27 WITA).
Sumarwan,
Ujang., 2004. Perilaku Konsumen. Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Ghaia Indonesia
dengan MMA-IPB, Bogor .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar